Tampilkan postingan dengan label Suplemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suplemen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2019

Peralatan Klimatologi


PENAKAR HUJAN HELMAN
Alat mencatat intensitas curah hujan (kelebatan hujan). Jika terjadi hujan air masuk ke corong. Air mengalir ke tabung pelampung melalui selang dan mengangkat pelampung. Pena yang terhubung ke pelampung merekam data ke kertas pias. Kertas pias berputar seirama dengan gerakan clock drum. Jika jumlah curah hujan yang tertampung mencapai 10 mm maka air tsb tumpah melalui pipa hevel dan mereset pena keposisi nol. Demikian proses ini terjadi berulang.



Rabu, 13 April 2016

Tata Cara pengukuran Curah Hujan


1. Penakaran curah hujan harus dilakukan jam 07.00 Waktu Setempat Banyaknya curah hujan yang diukur ditulis pada waktu pengukuran.

2. Curah hujan dinyatakan dalam milimeter (mm) Pecahan lebih besar atau sama dengan 0,5 dibulatkan keatas dan pecahan  lebih kecil dari 0,5 dibulatkan ke bawah.

3. Hujan yang lebih kecil dari 0,5 diberi tanda “0”

4. Bila tidak ada hujan diberi tanda “-”

5. Bila tidak mungkin mengadakan pengamatan/penakaran diberi tanda “x” dan curah hujan yang diperiksa sesudah itu diberi tanda “x” dibelakangnya.

6. Bila penakar hujan rusak agar segera dilaporkan.


Minggu, 10 April 2016

Skala Beaufort


DAFTAR SKALA BEAUFORT

Bilangan Uraian Persamaan Kecepatan Angin Pada Ketinggian Standar 10 Meter
Diatas Tanah Datar Yang Terbuka






Minggu, 21 Juni 2015

Skala Richter

      Skala Richter adalah ukuran kekuatan gempa bumi berdasarkan energi yang dilepaskan dari pusat gempanya.Skala Richter atau SR didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum, yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Sebagai contoh, misalnya kita mempunyai rekaman gempa bumi (seismogram) dari seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempanya, amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm, maka kekuatan gempa tersebut adalah log (10 pangkat 3 mikrometer) sama dengan 3,0 skala Richter. Skala ini diusulkan oleh fisikawan Charles Richter.

SKALA RICHTER EFEK GEMPA
< 2.0 Gempa kecil, tidak terasa
2.0-2.9 Tidak terasa, namun terekam oleh alat
3.0-3.9 Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan
4.0-4.9 Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan
5.0-5.9 Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik
6.0-6.9 Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km
7.0-7.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8.0-8.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil
9.0-9.9 Menghancurkan area ribuan mil
10.0-10.9 Terasa dan dapat menghancurkan sebuah benua
11.0-11.9 Dapat terasa di separuh sisi bumi. Biasanya hanya terjadi akibat tumbukan meteorit raksasa. Biasanya disertai dengan gemuruh. Contohnya tumbukan meteorit di teluk Chesepeak
12.0-12.9 Bisa terasa di seluruh dunia. Hanya terekam sekali, saat tumbukan meteorit di semenanjung Yucatan, 65 juta tahun yang lalu yang membentuk kawah Chicxulub
> 13.0 Belum pernah terekam

Skala MMI

      Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah ukuran kerusakan akibat gempa bumi berdasarkan pengamatan visual disuatu tempat.

SKALA MMI EFEK GEMPA
I Dirasakan dalam keadaan hening
II Benda-benda tergantung bergoyang
III Seperti ada truk lewat dekat rumah
IV Jendela kaca dan dinding berbunyi
V Barang-barang diatas meja berjatuhan
VI Plester dinding pecah
VII Kerusakan ringan pada bangunan
VIII Dinding lepas dari rangka bangunan
IX Rangka rumah menjadi tidak lurus
X Rangka rumah lepas dari pondamennya
XI Rumah tinggal sedikit yang berdiri
XII Hancur sama sekali